Kebun

Seharusnya tak ada kata lawan diantara kita. Kita tumbuh dari sebuah kebun yang sama dan menerima hujan, hangat sinar matahari dan menatap rembulan yang sama. Bila tembok-tembok menjulang bermunculan diantara kita, lantas ideologi-ideologi, masing-masing diantara kita berusaha dengan nada bergemuruh membenarkan diri. Mengapa? Mengapa kita merusak sendiri harmoni sosio-psikologis satu kebun kita? Pada sebuah malam yang tenang, kita perlu merenung bahwa kita memerlukan sebuah jembatan yang kekar meskipun tak besar namun sanggup mengantarkan kita keseberang dan berjabat tangan kembali dengan asal usul kita, sebuah kebun.

No comments:

Post a Comment